Sadar nggak, kalau ngomongin Jepang, ada dua hal yang langsung kepikiran: betapa praktisnya semua hal, dan betapa kayanya budaya kuliner mereka? Ini dua hal yang kelihatannya beda jauh, tapi justru itu yang bikin kita kangen.
Kita mulai dari yang praktis dulu. Ini fakta gila: Tahukah kamu? Jepang punya lebih dari 5 JUTA vending machine. Itu artinya, ada satu mesin otomatis untuk setiap 23 orang! Mau kopi panas jam 3 pagi, minuman segar, atau bahkan makanan hangat, semua ada di mesin. Ini bukti kalau orang Jepang nggak suka yang ribet dan menghargai efisiensi.
Tapi, Jepang bukan cuma soal mesin dan kecepatan. Di sisi lain, mereka sangat menghargai tradisi kuliner. Ini yang bikin kita jatuh cinta.
Bayangin aja, mereka punya festival makanan tradisional di hampir setiap musim. Mereka sudah minum matcha (teh hijau) dengan serius sejak abad ke-12. Dan yang paling penting buat pecinta street food, Osaka dijuluki “Ibukota Takoyaki” karena di sanalah jajanan gurih ini lahir dan disempurnakan.
Ini dia paradoksnya: kita kangen sama rasa otentik takoyaki Osaka yang legendaris itu, kita kangen sama semangkuk ramen hangat yang menenangkan, tapi kita hidup di dunia yang serba cepat. Kita nggak punya waktu buat bikin adonan dari nol atau terbang ke Osaka. Kita pengin yang praktis (kayak vending machine), tapi kita juga nggak mau ngorbanin rasa otentik (kayak matcha abad ke-12).
Terus, gimana caranya dapat dua-duanya?
Di sinilah kita sadar. Zaman sekarang, convenience store modern kayak FamilyMart itu udah jadi vending machine super-lengkap versi kita. Kita mampir ke sana mencari solusi cepat untuk rasa lapar. Dan di rak frozen food-nya, kita “menemukan” produk-produk seperti Kanemory Food.
Ini bukan kebetulan. Ini adalah jawaban atas kebutuhan kita. Kita menemukan cara untuk menggabungkan “kepraktisan vending machine” dengan “keotentikan kuliner Jepang”. Kita bisa dapat takoyaki yang rasanya beneran kayak dari Osaka, atau ramen yang gurih, tanpa harus repot. Solusi itu ternyata udah nungguin kita di convenience store terdekat.
Jujur aja, kita hidup di zaman di mana “rasa otentik Jepang” bisa kita bawa pulang dari FamilyMart atau pesan online kapan aja kita mau. Mengetahui ada pilihan sepraktis dan seenak ini… rasanya aneh aja kalau kita masih milih buat repot-repot masak dari nol atau pasrah jajan di tempat yang rasanya ‘nanggung’.